Anti-Soccer

“22 People running around in the grass for 1 ball
with their IQ printed on their back”  (Anti-Soccer Society)

Disclaimer : Postingan ini tidak bermaksud untuk menghina/memojokkan/merendahkan para pencinta sepak bola di tanah air dan di seluruh dunia.

313px-Anti-soccer.svg

Kenapa banyak orang bisa-bisanya suka atau bahkan tergila-gila sama sepak bola? Nga perduli profesi apapun, etnis dan agama.

Belum nemu jawabannya? Jangan coba-coba nanya saya..karena saya sebenarnya bukan pengemar sepak bola walaupun nga anti-anti amat, ya sebagian diri saya memang tidak terlalu minat dengan olahraga sepak menyepak bola bunder bernama sepak bola. Sementara postingan ini  sendiri terinspirasi dari tulisan Andre Syahreza dalam bukunya ‘The Innocent Rebel’ yang berkisah soal ketidaksepahaman ‘penganut’ Anti-Soccer Re(li)gion dan para soccer-mania.

Sebut boleh disebut yang lagi ‘Hot’ saat ini di seluruh dunia. Salah satu event bergengsi buat sepak menyepak bola bunder apalagi kalau bukan..Piala Thomas. Woi..salah Na, yang benar Piala Dunia, pialanya si Thomas khan buat badminton, lagian main badminton khan bukan disepak tapi dipecut.

Sudah bisa dipastikan..mau itu di Indonesia..atau dimanapun yang pasti di seluruh dunia sedang ramai tentang piala dunia,bahkan di dunia binatang juga sedang ramai peminat untuk jadi bintang iklan buat piala dunia.
Tapi sumpah iklannya keren banget, itu binatangnya beneran main bola khan?. Well..pokoknya suasana soccer-minded benar-benar kerasa memanjakan  para soccer-mania. Banjirnya berbagai liputan seputar sepak bola, pemain bola, dan negara yang teamnya lolos ke ajang bergengsi piala dunia, iklan bertalent binatang yang main bola setiap hari nonggol di televisi, sekali lagi mo nanya ini beneran ya main bolanya?, Trus nga ketinggalan cafe atau dimanapun mengelar acara nonton bareng, nga di cafe pun jadi para soccer-mania bakalan berkumpul di pos kamling, warung kopi, rumah pak RT, pinggiran jalan ya nekad aja kalau mau ngumpul di tengah jalan buat nonton semua pertandingan selama musim bola ini. Kemudian pada saat bola berhasil dimasukan ke dalam gawang, semua penonton bakalan heboh teriak-teriak.. GOL..!!! GOL..!!! GOL…!!!. *berisik!*

Tapi di setiap musim bola macam ini, ternyata tidak semua orang menikmati suasana hingar bingar soccer-minded macam ini, ada juga para anti-soccer yang tidak sabar menunggu kapan kelarnya piala dunia ini dan berharap seandainya aja nga perlu ada olahraga macam sepak bola ini. Ya merekalah para anti-soccer yang berpendapat bahwa sepak bola itu :

  • “BERISIK!!!”
  • “Mainnya cuma sepak sana-sini..lari keringetan..masukin bola ke gawang abis itu teriak-teriak.”
  • “Kurang kerjaan ya, 22 orang lari sana-sini ngerebutin 1 bola?
  • “Itu supporter bola apa preman biang rusuh!”
  • “Kalau Timnas Indonesia dah bisa main di piala dunia, mungkin saya baru mau nonton sepak bola, tapi kalau ndak ngapain juga jadi supporter negara lain?”

Ternyata ditengah-tengah ramainya piala dunia ini dan event-event bergengsi persepakan bola, ada juga kelompok yang merasa terganggu.

Walaupun memang keberadaan sepakbola dan para pengemar fanatiknya tidak bisa disalahkan. Sepak bola sudah menjadi permainan yang mendunia. Sepakbola punya sejarah panjang sendiri, termasuk sejarah kelam vandalisme sepak bola jaman dulu. Raja Edward III menjadi Raja anti-soccer pertama, Raja James I (Skotlandia) melarang permainan sepak bola dan Ratu Elizabeth 1 akan memenjarakan orang yang berani bermain sepak bola. Dengan berjalannya waktu permainan sepak bola jadi lebih beradab dan akhirnya menjadi olahraga dan bukan lagi permainan kekerasan. Walaupun begitu orang-orang yang tidak menyukainya pun tidak berkurang.

Ya sementara untuk kasus  saya, saya melihat sepak bola adalah permainan yang sarat emosi dan arogansi. Disamping  suka bosan selama 1 1/2 jam liat 22 orang lari sana-sini berkeringat ngerebutin 1 bola. Belum lagi kalo kalah terkadang ada yang nga nerima dan akhirnya rusuh. Hehehe…kembali lagi ke pribadi masing-masing dan saling menghargai, kayaknya itu yang diperlukan. Yang menjadi pengemar fanatik sepak bola selamat ‘berpesta’ dan para anti-soccer mari kita arisan bareng. *smile!*

Well…sekali lagi postingan ini tidak bermaksud apa-apa kok, ini cuma sekadar opini saja dari saya yang tidak terlalu mengemari tapi tidak juga membenci sepak bola., jangan terlalu dimasukan dalam hati ya. Yang pasti euforia sepak bola sudah menjadi ‘kebutuhan’ yang mendunia.

VIVA WORLD CUP 2010!!