Pulang Karena Kangen

`Ngapain pulang? udah nga usah pulang,disini aja`

rayu beberapa teman saat aku memutuskan untuk pulang kampung ke Makassar awal Agustus kemarin. Cuma satu kata yang jadi alasan kepulangan saya saat itu..

`Saya kangen`

Yaa…saya kangen dengan Mama dan juga kangen kota kelahiran saya. 2 alasan itulah yang membuat saya ingin segera pulang dan akhirnya menghabiskan 18 hari di Makassar. Pulang setelah kurang lebih 3 bulan wara-wiri di Jakarta. Pulang menikmati kehangatan keluarga,ramahnya suasana kota Makassar dan menyuplai stock energi yang mulai berkurang. Pulang karena saya tidak bisa menahan rasa kangen saya itu.

mama

Mama..beliau lha yang menjadi alasan utama saya pulang. Karena di samping kangen, bulan Agustus kemarin tepat tanggal 17 Agustus Mama berulang tahun yang ke-60, saya ingin ada disampingnya saat hari bahagia beliau itu. Tidak ada perayaan mewah hanya acara makan bersama keluarga dan doa syukur untuk berkat Tuhan sepanjang usia Mama.

Moment bersama keluarga yang selalu terasa manis dan menyenangkan, dimana semuanya bisa membuat kita kangen saat kita harus dipisahkan oleh jarak.

Sudah pasti kepulangan kali ini tidak saya sia-siakan begitu saja. Saya manfaatkan dengan menghabiskan waktu dengan keluarga…puas-puasin makan masakan Mama yang paling enak sedunia…ke gereja bareng ama Mama..ngumpul bareng teman-teman..mengobati kerinduan akan makanan khas Makassar..menikmati senja di pantai Losari. Semuanya hal itu seperti mengisi semangat dan energi baru buat saya, mengantikan energi yang telah terbuang selama beberapa bulan terakhir. Tidak ada yang bisa menandingi bahkan mengantikan perasaan senang saat bisa benar-benar merasa kan nyamannya pulang ke rumah dan ada di tengah kehangatan keluarga serta kasih sayang Mama.

Hingga tanpa terasa 18 hari berlalu dengan cepat. Walaupun berat harus meninggalkan keluarga dan rumah ini lagi tapi saatnya untuk kembali beraktivitas di tengah hiruk pikuk ibukota. Kembali dengan energi dan semangat yang sudah di-charge penuh.

Ayo Semangat,Na!!!