
*Ibu Prita Mulyasari dan kedua balitanya*Â
Apa jadinya Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik di pakai untuk menjawab keluhan saudara yang berlindung di bawah UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen?Â
Saudara akan di penjara!
Kok bisa begitu?Â
Lihat saja Ibu Prita Mulyasari,Â
Kala suara seorang ibu yang hanya ingin menyampaikan keluhan dan kekecewaannya terhadap satu institusi kesehatan ternama yang berembel-embel internasional ternyata harus menelan kenyataan yang pahit di penjarakan.Â
Dimana Ibu ini memaparkan kebimbangannya…ketidaktahuannya…bahkan tanda tanya yang muncul dalam dirinya kala kondisi kesehatan tubuhnya tidak berangsur membaik malah semakin parah padahal begitu banyak tindakan medis yang telah di lakukan oleh para dokter hebat di rumah sakit tersebut . Bahkan sebuah penjelasan tentang penyakitnya saja ia tidak tahu secara pasti. Suara yang Ia sharingkan kepada beberapa teman melalui email ini akhirnya menyebar luas ke masyarakat umum.Â
Hingga email ini pula yang mengirimnya ke balik dinginnya penjara, setelah di gugat oleh RS. Omni Internasional Tangerang karena dianggap telah mencemarkan nama baik.Â
Dan sejak 13 Mei 2009, penjara wanita Tangerang menjadi tembok pemisahkan sang ibu ini dengan kedua buah hati balitanya.Â
Ibu Prita Mulyasari, Sang ibu yang mendadak jadi fenomenal di jagat internet. Kemajuan teknologi berlabel internet harus membuatnya menelan kenyataan pahit dibalik ketidakjelasaan hukum dan perundang-undangan bangsa yang besar ini.Â
Tidak menutup kemungkinan kita, saya ataupun anda semuanya pengguna internet dihari kedepan akan mengalami nasib yang serupa.Â
Mau berdiam diri saja? Silahkan…Â
Tapi saya memilih untuk menyebarkan simpati dan dukungan terhadap Ibu Prita Mulyasari melalui postingan sederhana ini dan bergabung di cause :  “Dukungan bagi ibu Prita Mulyasari, penulis surat keluhan melalui internet yang dipenjaraâ€
Bukan saatnya lagi suara yang benar namun lemah harus didiamkan secara paksa oleh tirani kekuasaan.Â
We care about you, mother prita. Do not feel alone.
Blog Dukungan terhadap Ibu Prita Mulyasari. Silahkan pasang banner yang tersedia.Â
dan ada juga via Facebook dibuat Gerakan “Say No To RS. Omni Tangerang”.
Ps : Kalau ada yang mau `menjemput` saya, saya mohon `dijemput` pake mobil Mercy ya….ogah naik hartop atau kijang.
Tags: Hukum, Internet, Prita Mulyasari, UU ITE









![Loenpia[dot]Net](http://i459.photobucket.com/albums/qq319/alcatrazia/loenpia-tag-1.gif)


18 Comments
Lawan, Na!
Ina :
Lawan, Mbokk!! *asah bambu runcing*
semoga keadilan berpihak pada kebenaran..mari kita lawan!
iki piye thoo? malah milih milih mobil yang jemput..tak jemput pake angkot wae yo?
Ina :
Ndill…..ayooo!!
ogah dill kl naek angkot.
*nyungsep*
lawan !
Ina :
SIYAP!!
*senggol bacok*
*pasang iket kepala, bukan bando*
*iket ina diujung bambu runcing*
LAWANN!!!!!!
berharap kita gak 1 sel ya na…
Ina :
halah…bilang aja bando, mam. ga usah di pertegas gitu.
Iyaaaa kita nga 1 sel, lo di sel komoh, gw di sel wanita. Puasss!
saya jadi tim pembela ina saja deh >:)
Ina :
Jah…makin pasti masuk bui deh. :P
Saudari akan saya jemput…. jreng jreng jreng
jadi inget lagunya katon, kan ku jemput dikau sang putri… (gak nyambung)
Gininih kalo predator lagi betingkah, siapa aja yg mengganggu bisnisnya dilibas
rumah sakit… yah cocok degh, rumah yg bikin sakit, kita2 yg gak ikut sakit jadi ikutan juga sakit, yah sakit hati. ini khan kesewenang2an, kalo ibu prita bebas terus dia mau menggugat, siapa yg dia mau gugat? rumah sakit? pembodohan yg sangat vulgar.
Ina :
Mantaaappp orasinya, daeng.
Kapan kita kopdar kejaksaan? *ngikik*
TEGA..TEGA..TEGA..!!!
*k tempaTx mBa iNa..*
cHie jg nebeNg yakkzz..kLo mw dijempuT..
Ina :
weleh…anak kecil mo ikut-ikutan nebeng! *tendang chie ke angkot sebelah*.
bergabuuuung!!!!
Ina :
Welkam enchic…..! *peyuk2 vio* Lha?
Inilah akibat dari ekonomi pasar bebas yang kebablasan. Terlihat bahwa Indonesia mulai menganut politik right-wing konservatif pro-kapitalisme seperti di Amerika, dimana konsumen boleh diinjak-injak oleh perusahaan-perusahaan besar. Seperti di Amerika, freedom of speech dan kebebasan individu ditindas dan diinjak-injak demi kepentingan kapitalisme.
Seandainya gua tidak golput sekalipun, gua tidak sudi memilih Presiden dan Capres yang pro ekonomi pasar bebas.
Eropa dengan sistem ekonomi terkontrol berhasil melindungi kebebasan warga -nya dari penindasan kapitalisme. Sementara itu kebebasan individu sangat dijamin (left-wing liberal). Beda banget dengan Amerika. Amerika membuat gua jijik dan pingin muntah.
Pokoknya gua tidak mau memilih Presiden dan Capres yang pro-Amerika dan pro pasar bebas! Lebih baik gua mati daripada tinggal di negara yang menganut paham right-wing konservatif yang menindas kebebasan individu demi kepentingan bisnis!
**dukung**
**lawan naaa**
nanti saya kirim email buat pemilik blog ini biar dituntut kemudian dpenjarakan dalam relung hatinya
*kerasukan arwah khalil gibran*
masyarakat juga bisa menilai mana yg benar dan mana yang salah, lagian kenapa rs omni tidak menggunakan hak jawabnya…
hanya ada satu kata:
LAWAN!!
apa sih RS OMNI, JANGAN DATENG SANA DEH, mana ada critanya pasien dipenjarain RUMAH SAKIT.. GILA AJA..
>:)
>:)
Biasa lah dokter n rs kayak gitu, Dokter n RS baru nan mahal2 aja juga belum tentu baik pelayanannya, jadi harus mau dikritik donk.. (Red : gue en sodara n temen sering alami hal sedemikian berhub dengan dokter dan rumah sakit – sampe bingung pilih rumah sakit en dokter yang baek) Udah deh nggak usah cari kambing hitam untuk memberi kesan seakan-akan RS OMNI baik, semakin RS OMNI nuntut de el el, semakin jelek kesan n namanya n perlakuannya sama pasien (bisa mikir dari sudut itu ngga sih???)
kalo main pasal2an segera panggil pengacara, masak nulis beginian dipenjara sampe 3mgg..
hancurkan RS Omni yess hahaha.. tar gue dipenjara lagi nulis begonoan wakakakaka..
RS OMNI sudah keterlaluan.. Lawan!!!
bakal sepi tuh rumkit
tpi hari ini alhamdulillah udah bebas ya mba..
Tadi pagi baru lihat TV, DPR mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin RS OMNI. Rasain. Jadi RS terlalu sombong.
Hidup mbak Prita…
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment