Menunggu Perjumpaan

Teringat sebuah pepatah tua tapi ga tau setua siapa
“Ada pertemuan, akan ada pula perpisahan” *bener ga sih?*

Kemudian akan terlontar pertanyaan :
“Kapan lagi kita bisa berjumpa?”

Dan kalo mau sok cool pasti jawabannya gini: “Biarlah waktu dan takdir yang menentukan”
*kriuk kriuk kriuk* terdengar sangat garing.Wakakakakkakakakakaka……………..

Nah…sesaat jadi berpikir sendiri..bicara sendiri…bengong sendiri…. tapi kok lama-lama jadi mirip orang gila gini sih.

Kenapa harus ada pertemuan? Kemudian ada perpisahan?
Hingga tak jarang harus sabar menunggu perjumpaan berikutnya.

Dari hasil permenungan 7 hari 7 malam dengan memakai metode berpikir sendiri-bicara sendiri-bengong sendiri, tapi tidak
sampai menjadi gila.
Kesimpulan yang bisa saya ambil *jadi terserah saya dong ah…jangan protes*.

Pertemuan itu suatu yang kebetulan terjadi, hingga memang harus ada perpisahan,untuk terjadinya pertemuan-pertemuan
dengan yang lainnya.
Saat perpisahan berjalan ternyata ada sebuah perancangan akan terjadinya perjumpaan kembali,
Istilahnya pertama kali bersua…disusul kali kedua..kemudian ada signal untuk yang ketiga..keempat..kelima…yang mau belajar
berhitung silahkan dilanjutkan, saya mau pakai kata dan seterusnya saja.

Tapi tidak ada keharusan kok untuk mengadakan yang kedua..ketiga…dst jika tidak berkenan dihati.
Kalau maunya cuma ada sekali pertemuan kemudian pengen cepat-cepat ada perpisahan tanpa ada keinginan ataupun rencana
untuk berjumpa lagi.

Dan jika saja kita menjadi orang yang ternyata selalu menginginkan atau berharap adanya perjumpaan kembali..
maka…menunggu waktu perjumpaan  itu sangat-sangat butuh kesabaran. Ya kalian taulah sebabnya.
Eit’s…tenang saja…Kata mama saya nie ya…”Sebuah kesabaran itu akan berbuah manis”. *mama kyk penjual buah aja- diketak*
Hehehehe…jadi ga sabar dapat yang manis-manis  dari semua perancangan untuk perjumpaanku dengan siapapun di tahun ini, aahh…apalagi perjumpaan dengan para  “Brownis = Brondong Manis” diluar sana yang masih belum terjamah. *bekapppp*
Dan juga termasuk menunggu sebuah perjumpaan itu. Akankah berbuah manis?? Kita tunggu aja musim mangga nanti. *lho*.