June 27 Mengapa?
Mengapa?.
Sering kali terlontar dari sang mulut,kala ada sesuatu yang tidak bisa dimengerti terjadi.
Mengapa?.
Sering kali terlontar dari sang hati,kala bersinggungan dengan kecewa.
Mengapa?.
Sering kali terlontar dan mendekam dalam sang pikir,kala realita mengalahkan logika.
Mengapa?.
Haruskah ada jawabannya?.









![Loenpia[dot]Net](http://i459.photobucket.com/albums/qq319/alcatrazia/loenpia-tag-1.gif)

27 Comments
Mengapa?
Mengapa Mbak posting kek gini?
Mengapa saya idem sama yang di atas?
mengapa daku kesasar ke sini?
dan mengapa terbesit komentku yg ndak penting penting di postingan ini?
Mengapa kita sering bertanya diantara jawaban yg sebenarnya tak membutuhkan jawaban, sementara jawabannya ada bgt dkt dgn diri sendiri…
huhhuhuhu..
ada apa ina???
lama gak muncul kok tiba2 posting kayak gini..
mengapa???
mengapa begini, mengapa begitu??
Tak semua harus ada jawabannya Ina. Tapi kalaupun ada jawabannya, maka semua jawaban akan dimulai dengan kata “Karena”
Mengapa…?
Mengapa saya disuruh ngitung 7 +9 sementara saya eneg sama matematika?
kayaknya gak harus ada jawabannya…
dan mengapa pemilik blog ini baru apdet sekarang?
mungkin kalau enggak kejawab malah lebih bagus kali mbak
Mengapa oh mengapa… kayak lagunya Roma irama hi hi hi
ina begitu memang laki2, makanya aku tak mau pacaran sama laki2 hi hi hi
mengapa sih tiap komen harus disuruh ngitung dulu


dan mengapa juga saya baru sempat berkunjung sekarang
>:)
pertanyaan paling menyebalkan sedunia is “mengapa”!!
mengapa begitu banyak pertanyaan, na?
kenapa setelah tanda tanya ada tanda titik?
yah, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.
Mengapa?
Emosi diri mencengkeram lidah dan menyemburkan kata.
Mengapa?
Karena hati cuma bisa merasa, disakiti atau dipuji.
Mengapa?
Karena rasionalitas teori belaka, bikin runyam semua
Mengapa?
Jawabannya mungkin ada dalam diri sejak lama.
Mengapa baru diapdet???
Mengapa saya lama skali mikir 8 + 9???
Mengapa tanda tanya saya tiga???
hehehehe
salam kenal….
wah2 mau kasih comment ke empunya yang punya. dah di tutp ternyata commentnya..hehehe
mengapa saya sampe terdampar kesini ya?
mengapa saya begitu ganteng???
*ngarep mode on*
mengapa saya bisa ikut-ikutan comment ya??
tidak semua hal butuh jawaban, ikuti saja kata hatimu…keep faith my sist, Gbu!
ech… mampir yah ke rumah Ogut… kikikkkk
tukeran link jg boleh…
Ina :
Wah..nambah lagi teman yg suka warna ungu.
makasih dah mampir ya.
tukeran link hayo…! Silahkan disambung kabel na.
mengapa? yach klo kemana khan artinya beda, klo dimana juga laen dan mengapa saya komen yang kagak jelas?
Ina :
Ketularan bingung ya?
dibiarin aja gimana?:P
Ina :
Usulan menarik
saya coba dech.
Why?
Because…..bla….bla
itu cuma hal biasa yang kadang-kadang bisa buat gak biasa bagi kita
Ina :
ok
makasih comment na.
Wah ina curang… Ga semua komentar di bales. Pilih kasih
Ina :
Lha ini dibalas kok.
cup cup …..mau permen ga?
sorry deh kl ada yg ga kebalas..namanya juga manusia ada kekurangan.
Damai ya…. *acungkan kelingking*
Karena kita butuh alasan untuk tidak tahu.
Karena kita butuh pembenaran diri.
Karena kita butuh dunia berputar di sekeliling kita.
Karena sebelum ada jawaban yang benar, harus ada pertanyaan yang benar.
>:)
Ina :
Yang artinya??
*nda menger*
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment