
Mengkritik itu mudah; bisa dilakukan oleh setiap orang.
Seorang yang berwatak pesimis dengan mudah menemukan kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain. Namun, setiap orang, tanpa kecuali memiliki kekurangan-kekurangan. Semua orang berusaha untuk menjadi sempurna.
Menghitung-hitung kesalahan orang lain adalah pekerjaan yang sia-sia. Tidak saja memperlihatkan keangkuhanmu dan rencana jahatmu, tetapi juga memboroskan waktumu!
Mengingat-ingat kekurangan orang lain sama dengan bertahan pada masa lampau dan memusatkan perhatian hanya pada sisi terburuk orang lain,seakan-akan tidak ada hal lain yang lebih penting!. Tidak ada kehidupan seseorang yang beku; setiap orang secara terus-menerus berkembang,berubah,dan bertumbuh. Engkau harus memusatkan perhatianmu pada masa sekarang dan masa depan daripada bertahan pada masa lampau.
Buat KAMU yang terlalu banyak mengeluh,ingat :
Selagi kamu menghabiskan waktumu dengan bersikeras mengkritik dan mengeluh tentang orang lain, mereka yang tampaknya berada jauh dibelakangmu mulai bergegas dan bergerak maju dengan lebih cepat dan segera akan meninggalkan kamu jauh dibelakang
Buat sahabat-sahabatku :
Barangkali kita hanyalah sebutir pasir,tetapi setiap butir pasir mempunyai tempatnya sendiri, peran khusus untuk dilakukan – yang terpenting adalah kesadaran kita akan kenyataan ini dan kesatuan kita dengan semua orang
Jadi silahkan sapa yang mau mengkritik dan menyampaikan keluh kesah parsel bisa dikirimkan ke alamat saya (menerima juga dalam bentuk bingkisan), buat yang tidak tau alamat saya yach sudahlah…lain waktu saja disampaikan.
Btw…adakah yang merindukan diriku ini?
*scroll maju mundur kegirangan bisa posting lagi*









![Loenpia[dot]Net](http://i459.photobucket.com/albums/qq319/alcatrazia/loenpia-tag-1.gif)

80 Comments
yeap, tiada yang beku
bahkan kutub utara juga menuju cair
seperti sungai, yang mengalir dan beranjak dewasa…
adakah sungai rindu pada hulu? :>
Ina :
adakah comment yang lebih mudah dimengerti?
Innnnaaaaa…
hmmm na, ngerti joomla gak?? wkkkkk
kalo gw paling gak tahan di kritik, bisa mati kegelian gw dikritikin hehehehehe (itu kritik atau klitik yah???)
Ina :
Nda mengerti ka joomla
(1+8)
*fyuh*
kena telak tepat disasaran dan saya terjengkang jauh sekali kebelakang oleh postingan ini
*kangen ina*
*hugs*
dan buat dia-dia
semoga terluruskan
Ina :
Maaf bu..saya tidak bermaksud membidik anda.
*hugs*
Semoga bisa segera diluruskan yach bu, soalnya saya sdh muak sangat…!
dan hendaknya setiap orang yang dikritik menerimanya dengan lapang dada jika memang hal tersebut benar adanya.
karena yang namanya kritikan banyak macamnya juga…….ada yang memang ikhlas menunjuki kebaikan ada juga yang memang untuk menjatuhkan……
kita yang juga kadangkala melakukan kritik harus liat2….jangan asal kritik…….lihat kondisi dan sasarannya
karena kadang2 ada seseorang yang tidak suka di kritik didepan umum……
jadi mari pandai2 mengkritik
makasih Kak Ina atas postingannya….
Ina :
Semoga bermanfaat postingan ini.
siap utk dikritik yach.
blognya bagus…….
Ina :
Makasih
mmm… mau nanya. jadi artinya kritikus itu orang yg pesimis dong?
saya setuju dgn “Menghitung-hitung kesalahan orang lain adalah pekerjaan yang sia-sia.” padahal ksalahan sndiri sngt susah utk disadari!
Ina :
bukan bermaksud mengatakan kritikus itu org yg pesimis,
selama kritikan yg diberikan itu membangun yach sah2 aja.
cuma kl maen belakang…nga banget.
mau ngritik!!!
kenapa blog ini ga diupdate2!!
Ina :
ini dah di apdet,lek. Grrrr…!!!
*ketak leksa pake batako*
Kirain ada oleh-oleh kue ato apaaa gitu…
ada yang bilang
Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mau memaafkan dan tidak mau melupakan
Orang bijak adalah yang memaafkan dan melupakan
Orang yang cerdas adalah orang yang memaafkan namun tidak melupakan, melainkan dijadikan pelajaran berharga
Lalu hubungannya dengan postingan ini apa ya…??? *bingung sendiri
Pokoknya welcome back deh buat Ina (memangnya dari mana sih?? bukannya hari sabtu lalu ada di MTC? ato aku salah liat orang kali ya…)
Ina :
Ole-ole kuenya lain kali aja yach.
makasih dah comment.
btw..yg di MTC itu kembaran aku.
wew…. memang selama ini ina ke mana? banyak menerima kritikankah sehingga mesti ngumpet terus? walah, saya kira ndak begitu, kok. ina kan dah biasa menerima kritikan. kata orang yang tahu sih, ada bedanya antara kritik dan cacai-maki. orang yang mengkritik itu konon pertanda memiliki perhatian, dan biasanya memberikan solusi yang terbaik, bukannya menambah masalah atau bikin susah. nah, yang asal kritik, tanpa solusi itu dah berubah jadi caci-maki namanya. *halah, sok tahu*
semoga ina tetap happy dan ceria meski menerima banyak kritik.
Ina :
Saya minta bukunya pak!!!
*nodong mode on*
Makasih pak utk support na.
Selamat turun gunung, saya sangat menikmati hasil tapanya.
Ini bukan kritik, sharing saja.
Betul sekali, menilai kelemahan orang lain atau mengkritik adalah hal yang sia-sia, membuang waktu saja. Kecuali memang kerjaan kita seperti itu, dengan tujuan untuk mencari solusi guna memperbaikinya.
Tapi kalo bukan job kita, lebih baik songsonglah hari esok dengan optimis. Jangan pernah mempunyai istilah ‘gagal’ – yang ada hanyalah ‘belajar dan berhasil’. Bila orang lain menganggap apa yang kita kerjakan gagal, sebetulnya bukan gagal, itu adalah proses belajar untuk mendapatkan keberhasilan kelak.
Ina :
Makasih pak atas sharingnya.
Sangat membukakan mata anak muda macam saya. *sok muda*
dt suka kritik singkong yg pedes mbak..
apalagi yg asli dr Padang itu..
aha, kritik Sanjai nama-a..
muantabbs bgt..!!
*OOT mode on*
Ina :
*jitak dt*
makan kritik Sanjai nga bagi2.
huuu..pelit!
Kangeeennnn…….
sudah sembuh kan?
Ina :
kangen juga…
*hugs*
Udah sehat lagi,mbak.
Semakin orang mudah untuk diberi kritikan yang membangun, akan semakin terlihat tingkat kedewasaan orang itu. Tapi asal kita juga tetap punya pendirian, jangan asal telan mentah2 semua masukan, kita juga harus bisa berpikir kritis, jangan terlalu mudah untuk diombang-ambingkan. Bisa2 jadi robot nanti :P
Ina :
tul banget.
sapa juga mau jadi robot.
absen dulu baru baca
Ina :
kritik itu sangat perlu untuk maju. aku selalu mencari kritikus yang jujur, bukan orang yang memuji2..hehhe
Ina :
saya orgnya jujur kok.
*nga nanya*
bener tuh kata mas kw
susah cari kritikus yg jujur, yg bisa mmebangun
Ina :
takkan lari gunung dikejar.
yg artinya akan selalu ada saja org yg siap utk mengkritik dirimu,ed.
kenapa na? abis dikitik-kitik dari belakang ya??
*peluks*
Ina :
Iya nie…! maunya sech sekalian disenggol.
*berpelukans*
wah….. welcome back.. dari mana aja nig?
mm siapa tuh yg kritik?
Ina :

Dr bertapa nyari wangsit
mienga enak diomongin sapa orgnya..tp mudah2an ngerasa aja.
Biyuh..biyuh…
Lama gak nongol, NONGOL sepisan dan NYAMAIN saya dengan PASIR…
Barusan hengkang jadi PEMBORONG bangunan neh rupanya…
Oleh-olehnya PASIR…
Kabuuuuuurrr…ah…ndlesep neng PASIR…ngintip Ina
Ina :
Pakde bisa aja…
*bekap pakde pake sekantong pasir.
Ally mah dari hasil analisa tanda tangan aja cukup yah
Mewakili deh
^_^V
kk ina makin jarang online nih…
kapan kopdar berikutnya…???
Ina :
jarang onlen soalnya lg jadi fakir bendwith.
Makasih ally buat analisa tanda tangannya..
Ada kopdar hari minggu ini. ikutan yach.
tar diinfokan jadwal pastinya.
wahhh sudah mulai menulis lagi
jangan sampai kritikan yang datang malah membuat kita terpuruk dan jadi pesimis
justru jadikan cambuk untuk menunjukkan kepada “orang itu” klo kita memang tidak seperti yang dia pikirkan *sok bijak*
semangadddd
Ina :
Semanggaddddd..!!!!
saya mo kritik. Keknya kamu belon pernah traktir saya deh na.
Ina :
Ke Makassar aja Dan. tar ta’ traktir.
Sekarang yach!
kemana aja ji?
btw, ada yang salah dengan rss di blog ini? kok reader saya ndak pernah nagkep update terbarunya.
Ina :
Nyari Ilmu gendam.
Hiks…kok gitu yach?
*binun*
kenapa sampek mbalik??? ada yang salah dengan alamatmu Na!
*kritik terpedas bulan ini*
Ganti alamatmu yang aneh itu!
Ina:
Lha kok gitu…aku juga nga ngerti..!
alamatnya dah benar itu kok.
*injak2 t4 pengiriman*
dah dikirim lagi nga,chiw? *ngarep*
Saya mau ngritik…
Kenapa mba ina blom nikah??
Ina :
Ada usulan buat cowoknya sapa?
tdk semua orang suka dikritik, tapi hampir semua senang dipuji..
tinggal pilih yg mana?
Ina :
saya milih yang mana bagusnya aja.
kl emang mau dikritik boleh aja.
kl mau dipuji syukur bgt.
dispam di YM
Ya sudah. Saya benarnya mau curhat. Tapi ini lagi di luar kota Banda Aceh. Jadi, selain alamat empunya blog ndak ada, kantor pos juga jauh…
*ngelirik yg sengaja ditebelin*
Ina :
Alamatnya tar saja kasih.
siap nunggu curhatan.
Yup… That’s right. Aku baru saja dapat pelajaran berharga dari salah satu postinganku yang kata orang terlalu banyak kritik (Hm… iya juga sih). Mudah2an aku bisa lebih sabar dan mampu berbuat lebih bijak. Thanks for this post. Jadi pingin baca2 Alkitab lagi. Rutinitas yang 1 tahun ini sering kulupakan karena keasikan baca novel, buku “kiri” dan sejenisnya. Once more… Thanks for this post sista… Gbus
Ina :
Semoga kita bisa jadi org yang siap utk dikritik
makasih kembali buat sharingnya.
GBU
hmm,,
memang ga baik main blakang
:> :>
Ina :
Maen depan aja yach?
main belakang??? OMG..
homok ya!!
Ina :
halah….!
ini lagi org satu…OOT akut!
*tendang kak rara ke bulan*
kekurangan adalah takdir setiap mahluk utama nya manusia, tapi jangan sampai kekurangan itu terus membayangi dan menghambat kita untuk maju dan menjadi lebih baik….
Ina :
sungguh bijak abdee.
makasih yach.
what happen kunaon atuh neng?
ndak menger ka.
yang jelas hidupku juga skarang penuh kritikan
just face it!
Ina :
jd nda perlu di menger.
Nda ada apa-apa ji….
Yang ngeritiknya emang ngga berenti- berenti Na?
Ampe lama ngga posting..
Ina :
byk kritikan krn nga pernah apdet.
tau aja aki ini.
wah, baru habis bertapa dimana mba?
untung saya jarang berkunjung kesini jadi ga rugi dech…
karena lama ditinggal bertapa
trus hasil bertapanya gimana?
Ina :

bertapanya dapat wangsit nulis ini.
makasih yach dah mau maen kesini.
*sok ramah*
Gimana kalo kita anggap kritikan itu pujian n pujian itu kritikan hmm….. *merenung*
Na, oleh2 bertapanya ini?
Ilmunya dah naik brp level…
Ina :
iya ini ole2 bertapa aku.
Bisa nga yach?
blom ujian kenaikan level nie jadi nga tau.
*emangnya apaan*
.. merindukan -tulisan- dirimu ? saya salah satunya… baru nongol lagi eh.. saya gak ikut kritik ah
Ina :
merindukan dirimu jg
*je’gerrrrrr*
kangen….
Ina :
Masa?
aku kok nga kangen yach?
*cekikikan di pojok*
Kritik menururt saya bagus, apalagi kalo disampaikan dengan cara yang baik bahasa yang baik dan tidak menyakitkan, Insya ALLAH bisa menjadi introspeksi diri ..
Mengeluh nah ini yang nggak baik, bukankah semua terjadi qodarullah ..?? so nggak usah mengeleuh .. jalani aja ..
semoga saya bisa sesuai dengan apa yang saya tulis ..
Ina :
Semoga..
saya juga berharap bisa sprt itu.
*bareng2 yach*
Ampun… Jangan di Kritikin mulu… *Kegelian*
Ina :
Lha sapa yang kritikan???
aku khan nikam langsung dr belakang.
Kritik: Blognya nggak mobile friendly, pas saya buka eh malah masuk ke belakang pintu (back-end)? Jadi gara-gara itulah komeng saya telat! *misuh*
Padahal…
Huhuuuu…….
Kangeeeeeeeennnnnnnnnn…
Kamana wae atuh, na…
Ina :
Kangen Gie juga…..>:)< *berpelukan*
Wah .., kalo dikritik dari belakang jelas gak enak .., tapi kalo di gelitik dari belakang jelas say suka ..
apalagi kalo yang ngelitik si ….. (tau ndiri aja
)
Ina :

Wakakakakakaka…dasar ganjel abangku yg satu ini.
Sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang kalo ngasih ngitik pake emosi
. Akhirnya yang dikritik pun gak terima deh..
Ina :
Saya nga emosian kok.
cuma agak tempramental.
*sama aja yach?
hehe…
relatif sih… kadang, kita memang harus mengkritik dan mengeluh kalo sesuatu dirasa udah “keterlaluan”. apalagi kalo udah menyangkut hak kita… hehe
Ina :
siap…!
hanya saja lbh bagus juga kl kritikannya yg membangun
bukan yg menjatuhkan.
blackstabber….
jleb jleb jleb….
Ina :
ini sapa yach?
*celupin celo ke sumur*
Hmmm
sudah begitu dewasa ya….
salam kenal…
yanti
http://maaini.wordpress.com
Ina:
msh belajar,mbak. Dan blm berhasil utk jadi dewasa.
*jabat tangan erat*
Salam kenal juga.
mmm
masih takut2 kommen,.. entar salah lagi kommenku…
Ina:
Lha emangnya ada apa?
:-?
Ah, lagi PMS… *kabuuur*
Ina:
Nga tuch.
*siul siul*
*ketak goen*
huuummmmm…sy jg,, kegirangan bs posting dan blogwalking lg.
Ina :
tante ini baek, kok… bingung mo ngritik apa
Ina :
makasih.
*terharu*
warnanya kegelapan
Ina :
*cuekin harri*
ambil positifnya saja kritikan itu. klo langsung nyerang pribadi kita, serang balik
Ina :
*catat*
usulan yg menarik.
berpikir positif dan realistis…tak memikirkan kesalahan masa lalu.. indah sekali dunia ini
cempluk rindu loh sama situ..heheheh


Ina :
Rindu cempluk juga.
:P
Lebih banyak orang yang ogah dikritik, sebaliknya malah lebih banyak berharap dipuja, dipuji, disanjung dll
salam kenal, blog yang mantap
Ina :
Makasih masukannya..dan makasih dah mampir disini.
setuju Na..
kadang kritikan yang tidak disampaikan dengan baik, bisa “terdengar” seperti celaan
Ina :
tp saya baik kok mas.
*nga nyambung*
lebih sering ngeluhnya daripada ngritiknya
mending mana ya…
salam kenal dulu aja ah… blom kritik mah
Ina :
Salam kenal juga, makasih dah mampir.
Mendingan nga dua2nya.
*kalimat terakhir*
aku merindukanmuuuuuuu
Ina :
Merindukanmu juga.
Datang bukan utk mengeluh, bukan utk mengkritik..
Tapi utk menyampaikan rindu
Ina :
merindukanmu juga.
Rindu telah tersampaikan.
*aiiihhhh….so sweet*
nulis lagi dunk mbaks….

gara2 sekarang gak diwarnedh jadi jarang ngeblog….
Ina :
Maaf yach, dah nga bisa sesering dulu.
nga enak juga bikin semuanya kecewa.
*merana teramat sangat*
lebih mudah mengkritik ketimbang menerima kritikan..
Ina :
lebih enak lagi makan kripik.
Welkam bek…
*peluk-peluk Ina*
kritik sih gak masalah, tapi harus dilihat dulu, tujuan kritik itu untuk apa, memberi perbaikan di masa yang akan datang atau malah sekadar mencaci saja….
Ina :
*berpelukan*
Kangen
pempem palembangmbak ira.saya protes.. minta naik gaji!!!..
kirim nya ke mbak Ina bole nggak ??
aku protes!!
capek mengskrol ke bawah nya..
Ina :
Naik gaji..?!? saya juga mau.
*pijit2 tangan ulan yg capek scroll*
Oke. Ntar klo ada yg mo sy protes, pasti sy bilang langsung.
Ina :
*menunggu*
Silahkan jeng….
Kesuksesan lahir dari kritikan

Terperangkap dalam sanjungan awal dari kehancuran
karena manusia tidak ada yg *Lagunya Andra [SEMPURNA]
Ina :
Setubuh…!
pingin mampir aja nih….
salam kenal.
saya nggak komen soal ungunya deh
Ina :
Makasih yach dah mampir.
dan salam kenal juga.
Ungu is the best color.
*menjadi*
:->: duh, aku ngerasa nih…
Makasih dah di-Inget-in ya Mis…
KritikKripik dunk…Kya na kata kritik itu lebih identik dengan masukan dari sudut pandang yang buruk. Bagaimana kalau mulai sekarang KITA mengganti kata Krtik dengan Kata “SARAN”, toh tidak merubah makna-nya kan !
Sama-sama memberi Masuk-kan mengenai kekurangan orang tersebut. Ya toh !!!
Ina :
*pesan kripik setruk,kirim ke goes*
habisin yach,say…!
*hilang di-kegelapan malam*
@ tisti : kayaknya anda bukan yang paling belakang deh, soal dibaca, kayaknya saya yang makin terabaikan
kritik ntu bisa membuat kita makin baik, tanpa kritik, kita tak bisa tau apa salah kita dan takkan ada usaha buat memperbaikinya…..
Ina :
Disini nga ada yg terabaikan kok…semuanya sama.
cuma maaf kl kelamaan baru balas dan update blog.
Makasih dah mampir.
dan kadang mengkritikpun tidak mudah akhir-akhir ini, masih saja diperlukan ketajaman berpikir untuk melakukannya
Ina :
dan harus benar2 dipikirkan matang2
ampe bosokkritik itu biasa…
lam kenal ina.
Ina :
Salam kenal juga, Daeng.
makasih dah mampir.
waw rame !
huaah bena juga sering tuh ngeritik orang, tapi kadang yaa pelan2 aja, kadang langsung blak2an hehehe ..
nice to know you!
Ina :
Makasih ya Bena dah mau maen kesini.
Nice to know u too.
kritikan yah??? gak ah, tar takutnyah malah gak trima trs Ndutz dilempar kasur lg
Ina :
rugi amat lempar km pake kasur, Ndutz.
enakkan juga pake ember.
kalo kita pandai memahami, kritik itu bisa menjadi bikin kita lebih sempurna. namun kalo kita salah tanggap, bisa-bisa kritik malah menjadi awal permusuhan.
Ina :
Kata pepatah:
Mulutmu adalah Harimaumu..
jd jaga baik2..
saya mo kirim parsel ni…tapi ongkos kirim tanggung sendiri ya
Ina :
Hayah…nda ikhlas..! :P
*ngarep*
sepakat,. tapi kalo ndak ada orang-orang yang suka ngritik, kita repot juga lho,. jadi lupa diri (iya ndak to?)
salam kenal!
Ina :
Yang penting kritiknya ga pake acara main tusuk dr belakang sech fine2 aja.
Salam kenal juga..makasih dah mampir.
kata abah : kritik emang pedas, tapi kalo dinikmatin rasanya nikmat
Ina :
huhuhu
tetap semangat yah bukkkk
kalo capek kehujanan minggir aja dulu bentar mpe hujannya redaan dikit
trus jalan lagi kencang-kencang
hehehe
Ina :
Makasih ya, Pak.
*uhuk uhuk*
Setujjuuuuuuuuuuu……..
benerr ntuh
Ina :
Ah…sarah setuju mulu.
sekali kali nga setuju aja biar ada bahan berantem.
*becanda,sar*
kritikan itu memang perlu, tapi tentu saja yang bersifat membangun demi perubahan yang lebih baik. bagi orang yang tidak mau menerima kritikan (sehat) sesungguhnya dia telah menghilangkan kesempatan untuk lebih baik.
Ina :
siyap…!
setuju setuju..
Makasih atas sharingnya.
yang kedua: salam kenal aja ya…..
Ina :
salam kenal juga.
makasih dah mampir.
jangan maen belakang itu kesannya gimanaaaa gitu… >:)
emang sih kebanyakan orang senang dipuji dari pada dikritik, so…kamu percaya kagak, orang maju karena dia bisa menerima kritikan, bukan karena kritikanya aja ina, tapi dalam menerima kritikan kita sudah belajar dalam menahan emosi atawa ESQ…oke ina
Ina :
Masukan yang bagus sekali.
Makasih Ananta.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment