Disclaimer:
- Postingan ini tidak dimaksudkan untuk mengurui siapapun. Ini hanya pemikiran dan renungan saya sebagai makhluk Tuhan yang paling seksi biasa. Jika tidak menyukainya yach sudah jangan dibaca. Gitu aja kok repot! *Gus Dur Mode On*
- Sekali lagi postingan ini tidak akan merubah tabiat saya yang urakan dan pecicilan menjadi perempuan yang kalem dan religius. ( umur 50 thn kali mungkin saya baru akan berubah jd ultraman)
- Sebaiknya sebelum anda membaca postingan in, baca dl postingan yang ini. Klik..!

HIDUP UNTUK MAKAN atau MAKAN UNTUK HIDUP?
( Jawaban na silahkan dilayangkan pada kolom comment dibawah)
Apa Tujuan hidup Anda? Cobalah sejenak memikirkan, merenungkan, dan menggumuli sambil bercinta dengan pertanyaan itu. Yach pertanyaan itu penting biar hidup kita tidak seperti layangan putus, terombang-ambing.
Ada seseorang yang sejak muda berjuang sangat gigih untuk mengejar keberhasilan. Dan betul, ia berhasil. Ia tidak saja menjadi orang yang sangat kaya, tetapi juga pandai dan punya jabatan tinggi. Semua orang terkagum-kagum dengan kesuksesannya. Tetapi, ketika ia sudah tua dan pensiun, ia menengok kehidupan yang sudah ia jalani, dan merasa sangat hampa. ” Semuanya itu seperti usaha menjaring angin,” ato kata lain “Sia sia diatas segala kesia-siaan”.
Kita semuanya pada dasarnya sedang menunggu giliran untuk bertemu dengan kematian. Sebulan yang lalu si Polan, kemaren si Pulin, besok entah siapa lagi. Suatu saat akan tiba giliran kita. Entah kapan, tetapi pasti. Pertanyaannya, apa yang akan dikenang orang ketika kita tiada? Akankah kita hilang dan dilupakan?
Ada cerita tentang seorang pria yang mempunyai 4 (empat) istri, begini ceritanya :
*semuanya diam, suasana menjadi hening…sunyi..senyap…tiba-tiba anjing melolong..pembaca terkejut…dan saya lari ketakutan. (halah)*
Suatu saat pria itu sakit parah, dan sudah hampir mati. Ia ingin istrinya menemani sampai pada kematiannya.
Maka, dipanggillah Istri keempat, wanita cantik jelita dan seksi. “Istriku, aku akan mati. Temani aku,sampai aku mati,” pintanya.
” Menemanimu sampai mati? Tidak, aku tidak mau,” jawab sang istri sambil pergi tanpa menoleh lagi kepadanya.
Istri ketiga dipanggil, wanita berpenampilan modis dan trendi. Permintaan yang sama ia ajukan. “Apa? Menemanimu sampai mati?” sahutnya. ” Tidak mau. Lebih baik aku menikah lagi.”
Istri kedua dipanggil, wanita berpenampilan biasa. Kepadanyalah sang suami sering meminta pendapat tentang berbagai hal. “Istriku, tak lama lagi aku akan mati, aku ingin sekali kamu ikut denganku,” pinta si suami.
” Aku tidak bisa sekalipun aku mau,”jawab si istri. ” aku hanya bisa menemanimu sampai lubang kubur”.
Terakhir, istri pertama, wanita sederhana. Permintaan yang sama diajukan padanya, “Suamiku,” jawab sang istri. ” Tidak usah khawatir. Tanpa kamu minta, aku akan menyertaimu selamanya, bahkan sampai kematianmu.”
***
Pada dasarnya, kita memliki empat “istri” Poligami no way Poliandri Yes!!. Istri yang keempat seperti penggambaran diatas adalah tubuh jasmani kita. Betapa pun baiknya kita menjaga dan merawatnya, tubuh jasmani kita akan meninggalkan kita, hilang tanpa bekas.
Istri ketiga adalah Kekayaan dan jabatan. Ketika meninggal, kita tidak akan membawanya serta, dan justru akan beralih ke orang lain. Tapi kalau situ maruk yach silahkan dibawa sampe ikutan di kubur biar dimakan cacing garong.
Istri kedua adalah teman-teman, kerabat dekat, dan keluarga kita; seberapa pun besarnya kasih sayang mereka kepada kita,mereka hanya bisa mengantar kita sampai pada lubang kubur, tidak lebih.
Dan istri yang pertama adalah amal ibadah, keimanan serta ketaqwaan kita pada Tuhan dan sesama selama kita hidup, yang akan menyertai kita sampai mati. *kok saya jadi religius begini yach?
Maka, benarlah kata pepatah , gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, sedang manusia mati meninggalkan nama, amal ibadahnya untuk Tuhan dan sesama. *catet*
Mau beramal dan beribadah dengan cara mudah? Ikutan aja acara menarik dibawah ini, tepatnya Minggu, 09 Maret ‘08 yaitu:
Bebersih Bandung Yuk! Jilid 2 ( Taman Hutan Raya). Ikutan yuk..!!!
Mari membuat dunia ini lebih baik..!!









![Loenpia[dot]Net](http://i459.photobucket.com/albums/qq319/alcatrazia/loenpia-tag-1.gif)

30 Comments
Diliat dari link yg ditinggalkan di baris-baris terakhir, sepertinya saya de javu dengan postingan saya…
Oh, jadi mba ina udah tobat yah…
Syukur deh… Jadi kapan kawin??
*dirajam mba ina…
Hah, mba ina mau ke Bandung?????
TERJEBAK saya..!!!
tak kira postingan yang bagus bermutu…
ternyata undangan jadi Pemulung [-(
*milihkaboorselamadibandung..
tujuan hidup saya buat apa?? rahasia dong..masa harus saya beberkan disini
hmm…mening saya bersih2 kamar saya aja ah tanggal 9 maret ituh wakakaka
*kabuurr sebelum dilakban sama ina..
Waduh beneran kamu jadi religius gini na. Mang dah mo kawin ya?
dt pilih makan utk hidup..
btw, mbak ina crta ttg poligami ini krn efek dr nonton Ayat2 Cinta yah??!
o0o jadi kamu korban poligami, naa? :P
Trims Na diingatkan.
Ya.. memang ngga ada yg bisa kita bawa jika kita mati entah sebentar lagi atau masih lama nanti, selain amal- ibadah kita.
Semoga kita bisa selalu ingat akan hal ini.
Amin amin.
Eh ya… juga 9 Maret jangan lupa..
@ adit
dejavu itu makanan apa?
tobat palamu gundul.. sebejat itukah saya dulu?
Nga ada kawin-kawinan.
mslh bandung….no comment ah! *siul siul
@ leksa
walah…jd pemulung juga amal,mas.
@ Febra
bersihin kamar saya sekalian,mas.
*colek colek mas febra.
@ danalingga
hubungan tobat ama mo kawin apa,dan??
*dana nga nyambung bgt sech*
Wakakakkakakakaka…! *diketak dana*
@ dEEt
kita sama2 tukang makan dong,dt.
*nyari teman*
Aku blom nonton AAC, tp disangkut2 juga nga papa kok.
@ edy
wah..salah bgt!!
malahan saya yang poliandri.
*dihukum gantung*
@ rumahkayubekas
Tugas sesama adalah memang saling mengingatkan,kang.
*sok bijak bgt*
Jd Makasih juga kang.
dan tgl 9,pasti saya ingat kok,hari minggu khan?
Hah, mba ina gak mau nikah?? Sedepresi itukah??
Saya malah pingin cepet…
@ adit
mikirin kawin mulu…kuliah tuch diberesin!
tp kl dah ngebet yach udah….
*panggil penghulu*
*kawinin adit ama niez*
dang cepat beranak pinak yach.
*nunggu ponakan2 lucu nan bandel*
Wakakakakakkakakaka..!!
Nice Post. Salam.
HIDUP UNTUK MAKAN atau MAKAN UNTUK HIDUP? Paradok?
Dua-duanya. Jika lagi banyak rejeki, berlaku hidup untuk makan. Kalau lagi kelaparan, berlaku makan untuk hidup. Dan itu tidak bisa dipungkiri?
wah mba ina mau poliandri ya?

***kabur*** sebelum dilempar sandal bolong
saya juga belum menemukan jawaban kemana arah hidup ini..
btw ke Bandung ?? mampir jakarta ? …
thanks dah mengingatkan. saya termasuk yang ‘terperangkap’ begitu saja dalam hidup ini, hanya menjalankan rutinitas secara makro, lahir, bayi2, anak2, remaja, dewasa, merit, punya anak lagi, tua dan mati, gitu secara global, secara harfiah. tp tentu saja diantara ‘rutinitas’ itu ada banyak terselip2 kisi kehidupan entah itu berderma, bantu sesama, maling, nyakitin orang dll baik buruknya.
nah ketika saya sudah merasa terjebak begitu, maka larilah saya kepada sesuatu yg bernama agama (yg saya anut), dimana katanya tujuan hidup itu adalah biar tidak lagi re-inkarnasi ke bumi ini, biar menyatu katanya dengan Tuhan. Entah ini benar atau tidak, tp begitulah agama, cukup jadi obat yg ampuh untuk ‘lari’ ketika kita tidak punya jawaban.
loh kok jadi ngeblog disini saya.
*kaburrrr*
wew, pas bila saya memanggil Kak Ina saat ini hihi…
kalo ke Bandung, mampir Klaten or Magelang yakz!
awalnya, kirain tentang kelaparan di tetangga Na…
yang saia tau hidup ney indah
jawab: makan untuk hidup, kemudian setelah hidup, makan lagi… :P
*kasih makan nalek*
makan untuk hidup.. itu yg tampak pada skrinsyutnya..
Hi Ina, senang mengenalmu aku sama sekali belum baca postingmu buru-buru cape sekali…baru balik dari Denpasar. sudah aku link blog nya salam
Ohhhh..jadi hidup itu untuk poligami?
:>
Haiyah… *niat bersih2 di Pasar Kembang*
poliandri..? *du du du*
duh,, jadi inget kematian..? datang tak diundang,, pulang tak diantar…! *loh,, kok malah jelangkung?!?! wkeke*
kayanya saya pernah baca kisah analogi itu…dimana ya…
ayo mba, buruan kawin…
dalem banget… bener bener setuju..
tapi apa hubungannya sama bersih2 yach hehehehehe
kerja bakti di jakarta aja, tambal jalan yang ancur
aaawww so touchyy
agak kontras sama tema blognya yang gelap dna anak muda.. hehe
kasihan sekali anak itu…
salam kenal dari eko kunjungi blog ku ya
jangan lupa kunjungi situs buatannku
eko.coolpage.biz dan konseling.orgfree.com
bs tau yg d picturenya anak mn? ambil picnya dari mn? d jawab ya !!!!
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment