Seorang murid mengeluh kepada Gurunya :
“Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah
menerangkan maknanya kepada kami.”
Jawab sang Guru :
“Bagaimana pendapatmu, Nak,
andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu,
namun mengunyahkannya dahulu bagimu?”
Tak seorangpun dapat menemukan pengertian yang
paling tepat bagi dirimu sendiri.
Sang Guru pun tidak mampu.
Seseorang via Y!M ngasih lirik ini. Katanya sech mirip dengan curhatan ku selama ini ke dia. Gini kronologis percakapan na
:
‘K,: nyanyi aja ahh
‘K,: eh,,eh
‘K,: ada lagu baru enak
‘K,: jullian celly
‘K,: rombiisss
‘K,: cuco buat kamu
ina: baru denger nama na
Cut…
‘K,: mau aku mail?
‘K,: kebeneran dikirimin
‘K,:
ina: boleh
‘K,: hehehe
‘K,: enak lagunya
‘K,: cedih2
Cut…
‘K,: pasti na nangis
(nyanyi dan nangis brg yuk!!)