September 6   Gadis Budak.

Posted by Ina

9 comments

Seorang raja mabuk cinta pada seorang gadis budak. Ia menyuruh memindahkan gadis itu dari rumah para budak ke dalam istana. Raja bermaksud mengawininya dan menjadikannya permaisurunya. Tetapi aneh, gadis itu sakit keras pada saat ia dibawa ke istana.

Kesehatan gadis itu semakin memburuk. Segala macam obat telah diberikan kepadanya, tetapi sia-sia saja. Dan gadis budak itu mengalami nasib tak menentu antara hidup dan mati.

Dalam keputus asaan raja menjanjikan separuh kerajaan kepada siapa saja yang dapat menyembuhkan gadis itu. Tetapi tak seorang pun berani mengobati penyakit itu karena usaha para tabib yang paling pandai pun telah gagal.

Akhirnya datanglah seorang hakim. Ia memohon supaya diijinkan menemui gadis itu sendirian saja. Setelah berbicara dengannya satu jam lamanya, hakim itu datang menghadap raja yang dengan cemas menunggu laporannya.

“Tuanku Raja” sembah hakim itu, ” hamba berhasil menemukan obat paling ampuh yang pasti akan menyembuhkan gadis hambamu itu. Hamba yakin akan kemanjuran obat ini sehingga seandainya hamba gagal, hamba bersedia kepala hamba dipenggal. Namun obat yang hamba usulkan itu akan sungguh sangat menyakitkan – bukan untuk gadis itu, melainkan untuk Tuanku Raja.”

“Katakanlah, apa obat itu!” teriak sang raja. “akan diberikan kepadanya,berapa pun harganya!”

Hakim itu memandang raja penuh rasa iba dan berkata:” Gadis itu jatuh cinta pada salah satu seorang hamba Tuanku Raja. Ijinkanlah hambamu itu kawin dengannya, niscaya ia akan segera sembuh.”

O, raja yang malang! Ia terlalu menginginkan gadis itu sehingga tidak bersedia melepaskannya! Ia terlalu mencintainnya sehingga tidak akan membiarkannya mati!.

Waspadalah terhadap cinta! Kalau engkau jatuh terperangkap olehnya, cinta itu menjadi kematian bagimu.

(Salah satu cerita A. de Mello SJ dalam bukunya “burung berkicau”)



9 Comments

  • By 'K, on 6 September 2007 at 5:28 pm

    pertamaxxxxxxxxxx

  • By 'K, on 6 September 2007 at 5:30 pm

    jadi endingnya gmana tuh?

  • By 'K, on 6 September 2007 at 5:31 pm

    mudah2an hepi ending

    hetrikk lagi euyyyyy

  • By JeNgKoLHoLiC on 6 September 2007 at 5:38 pm

    Kok mirip cerita saya dahoeloe kala yah ? =)), atau ini adalah pencerminan pengalaman pribadi yang punya blog ? :p

  • By Ina on 6 September 2007 at 5:47 pm

    @ K
    - Semangat na…:D
    - Coba tebak…! Ending nya terserah ama masing2 yang baca aja.
    - iya dech yg hetrik….!

    @JengKoLHoLiC
    PurPLeHoLiC ku di bajak :(( <—- *Ngambek mode On*

  • By Ayif on 13 September 2007 at 9:05 pm

    menurutku itu adalah sebuah eksploitasi psikis yang menimpa seseorang (perempuan). tindakan seperti ini bisa dikatakan sebagai kejahatan yang terencana karena korbanya terancam menjadi seorang yang tertindas. itu bisa dilakukan gerakan pendampingan untuk mereka yang menjadi objek budak. sistem pemerintahan baik itu kerajaan atau republik, aku berfikir kalau ini menindas para perempuan atau siapapun itu adalah sebuah tindakan merugikan orang banyak. ini harus ada penangan kontrol sosial yang dijalankan untuk membela mereka para budak. kaitanya dengan cinta misalnya, aku kira cinta adalah sebuah istilah untuk orang-orang yang mengakui adanya keindahan dan kedamaian, akan tetapi kalau misalnya cinta tidak menghargai sisi kemanusiaan seseorang. maka itu sudah tidak lagi dinamakan cinta, akan tetapi sebagai penindasan dan pelecehan martabat manusia lain (perempuan).

  • By Ina on 13 September 2007 at 11:12 pm

    @ayif
    Aku setuju tuch apa kata kamu.

    Ehm..btw ma kasih yach dah mampir dan mo comment.
    Salam kenal. Sering2 maen kesini yach:)

  • By uwie on 14 September 2007 at 4:47 pm

    Karena cinta yang terperangkap dalam kata cinta, bukan cinta.

  • By Ina on 14 September 2007 at 5:05 pm

    @uwie
    *two thumbs up

    setubuh….Setuju!!!!!!!!!!!!

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment